Perekonomian
Saat ini masyarakat indonesia menurun dalam perekonomian kebutuhan. Maka dari itu masyarakat Indonesia selalu memilih barang kebutuhan dengan harga murah dan sejak itu banyak masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan lebih mengutamakan merek dari pada mutu. Contohnya sepatu : masyarakat Indonesia sering memilih sepatu dengan merek terkenal hingga luar negri. Nah itu adalah kesempatan besar bagi pemalsu untuk memalsukan merek sepatu. Sipemalsu memalsukan merek sepatu dengan mengunakan merek sepatu terkenal hingga luar negri. Salah satunya merek sepatu terkenal diamerika, maka kita anak bangsa jika membeli barang utamakanlah mtu dan jangalah mengutamaka merek. Dan jika membeli barang lihat dengan teliti mutu dari barang yang akan dibeli .
By : Lina alifa 8d
--------------------------------------------------------------------------------------------
Limbah Padi Belum Termanfaatkan
Secara teoritids jika potensi limbah padi bias dimafaatkan secara maksimal, Indonesia bias mendirikan 16.500 unit pembangkit energy dengan kapasitas 100 kilowatt dan bias menghemat pengeluaran dana sekitar Rp. 3,5triliun per tahun.
Di Indonesia sebenarnya program pembangkit energi dari seklam ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Upaya pemanfaatan sekam padi dilakukan untuk pembangkit listrik di cilamaya, kabupaten karawang, dan haurgeolis , kabupaten indramayu.
Pemerintah dengan program dengan bantuan presiden juga pernah melakukan deseminasih program pembangkit listrik dari sekam. Akan tetapi, masalah kontinutas dana operasi, beberapa teknologi yang belum sempurna.
By : sensasi
--------------------------------------------------------------------------------------------
Perbaikan jalan raya belum tentu menjamin kepuasan pengendara atau penguna
Sepanjang jalan banyak perbaikan, perbaikan jalan yamg dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan agar jalan terlihat baik bagi para pengunanya merasa nyaman dengan kemulusan jalan. Tapi saying jalan yang diperbaiki tidak semua mulus sebab jalan yang diperbaiki tidak semuanya hanya sebgian saja yang dpandang dan dirasa perlu diperbaiki oleh pemerintah apa lagi yang oleh para pemborong/ kontraktor yang diutamakan keuntungan bukan kualitasnya yang diutamakan, sehingga lari dari tujuan yang sebenbenar nya . sehingga para penguna jalan belum tentu merasa nyaman. Sebab dengan adanya perbaikan jalan yang merasa/ dianggap perlu itu menjadikan jalan berkola-kolak dan bentuk jalan tidak merata. Satu contoh ada jalan ± 10 km yang di perbaiki 10 m yang 20 m diniarkan yang 30 m di perbaiki lagi yang 10 m dibiarkan lagi dan seterusnya, sehingga jika kita menaiki kendaraan kita merasa bahu kita jedok-jedok otomatis merusak bahu dan pelek kendaraan kita, dan rasanya tidak nyaman. Pada hal diperbaikinya jalan itu yang utama adalah untuk keyamanan bagi para penguna jalan. Kalau menurut saya kalau sudah memperbaiki lebih baik diperbaiki keseluruhan tidak usah dikotak-kotak I misalnya ada jalan sejuah 20 km , dari pada dikotak-kotaki jalan tersbut tidak diperbaiki semua , diambil yang 10 m saja yang diperbaiki dengan syarat dimuluskan semua sehingga tidak menanpak kotok-kotak dan penguna pun merasa nyaman, sebab jalannya halus yang 10 km diperbaiki di priode selanjutnya .
by: ayu kameli 9e
--------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar